SMAN 2 Bengkulu Selatan ke PCTA Nasional

bengkuluekspress.com

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pelaksanaan Lomba diskusi Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi, telah ditutup, kemarin (27/7/2018). Pemenangnya Yuditha Pratiwi dan Yuvaldo Dimas Pranata dari tingkat Sekolah Tinggi Administrasi (STIA), serta Aqshal Dwi R dan Rifqoh Husnul K perwakilan dari SMAN 2 Bengkulu Selatan. Pemenang mewakili Provinsi Bengkulu melaju pada event lomba Diskusi PCTA tingkat nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Budiman Ismaun, yang di wakili Sekretaris Dikbud, M. Daud Abdullah mengucapkan, “Kalian semua adalah jawara, kalian orang hebat, tapi hanya satu orang terbaik akan dikirim ke tingkat nasional.”

M Daud mengucapkan, rasa terimakasih pada dewan juri yang telah telah bekerja keras sehingga mampu memilih yang terbaik. Ia sangat bersyukur kegiatan cinta tanah air ini terintegrasi dengan militer, yang memiliki tingkat disiplin sangat tinggi. Daud merasa bangga dan mengapresiasi serta selamat pada juara.

“Selama empat hari digembleng dengan kajian cinta bangsa, negara. Harapannya nilai kebangsaan terpatri dalam sanubari, tidak terpengaruh dengan paham ekstrim,” imbuhnya.

Berdasarkan perolehan nilai, tim SMAN 2 Bengkulu Selatan berhasil menyisihkan 43 tim dan berhasil mengeser tim dari Kota Bengkulu yang harus puas diposisi kedua. Hal yang sama terjadi lomba diskusi PCTA tingkat perguruan tinggi, STIA yang mengirimkan Yudhita Pratiwi dan Yuvaldo Dimas Pranata selaku duta narkoba mampu mengalahkan kandidat dari Universitas Bengkulu (UNIB) yang menurunkan dua tim sekaligus.

Persaingan sengit begitu kentara, terbukti dengan hasil perolehan nilai dengan selisih sangat tipis. (lihat grafis,red).

Banyak hal yang harus dipersiapkan, pememang PCTA. Terlebih pada event nasional yang diikuti 34 provinsi se-Indonesia. Tugas berat disandang pemenang. Karena Bengkulu kedepan harus dikenal dengan prestasi pelajarnya sehingga berjaya, baik ditingkat nasional maupun internasional.

Salah Seorang Juri Drs Ery Julian Hidayat MPd mengaku, kesulitan dalam memilih pemenang. Kontestan memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, terkhusus siswa/siswi tingkat SMA/SMK. Walau berstatus pelajar, mereka sudah mampu menorehkan prestasi hingga kancah internasional.

“Banyak faktor yang harus dinilai, mulai pemaparan esai, penghargaan yang pernah diperoleh, kemampuan berbahasa asing, hingga wawasan terhadap cinta tanah air, dan anti narkotika,” katanya.

Pemenang kedepannya siap mengikuti proses karantina. Pada tahap ini mereka diberikan pembekalan mulai seni budaya, wawasan pengetahuan umum. Pemenang juga harus mampu menjadi duta narkoba dan mampu mensosialisasikan bahaya narkoba.

“Karantina akan dilakukan pertengahan Agustus dengan menggandeng Kementerian Pertahanan, sehingga wawasan cinta tanah air akan semakin melekat didalam jiwa,” imbuhnya.

Kepala Wilayah Kementerian Pertahanan Bengkulu Kolonel Laut (PM) Syahril Bakri SH MAP MH menuturkan, lomba diskusi PCTA sudah dilaksanakan kali ketujuh ini. Perolehan prestasi sebelumnya membuat Bengkulu telah diperhitungkan dikancah nasional.

“Bengkulu sudah pernah menyabet juara I tingkat Mahasiswa/mahasiswi, sehingga SDM kita diperhitungkan di tingkat nasional,” jelasnya.

Pada lomba diskusi itu, masing-masing tim diberikan kesempatan mendapat pertanyaan dari dewan juri dari unsur Badan Narkotika Nasional Bengkulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Provinsi Bengkulu dan Kementerian Pertahanan. Kemampuan peserta baik segi wawasan, talenta dan kemampuan dalam berbicara menjadi salah satu penilaian tim juri.

Para peserta dicetak menjadi generasi yang cinta tanah air dan menjadi duta melawan narkoba. Dengan harapan membentuk pemimpin yang hebat dan memiliki jiwa membela negara Indonesia dapat terwujud.

Pantauan Bengkulu Ekspress, penutupan lomba diskusi PCTA diakhiri dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan pada pemenang, dilanjutkan dengan penyematan selempang bagi pemenang yang akan mewakili ke tingkat nasional. Peserta juga diberikan uang pembinaan dari 1 juta hingga 6 juta rupiah. (247)

Sumber : https://bengkuluekspress.com/stia-dan-sman-2-bengkulu-selatan-ke-pcta-nasional/

Tinggalkan Balasan